Selasa, 10 Juni 2025

Jenis kata dalam bahasa indonesia

 

11 Jenis Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia

Seperti yang dijelaskan di awal, kelas kata dalam bahasa Indonesia terbagi menjadi 11 jenis yang terbagi menjadi dua kategori utama. Hal ini sejalan dengan isi dari Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi IV (TBBBI) dari Badan Bahasa (2017). 

Mengenal dan memahami fungsi kelompok kata dalam menyusun kalimat sangatlah penting, terutama untuk Anda yang merupakan seorang penulis. Sebab bisa menentukan kalimat yang disusun sudah menjadi kalimat efektif atau sebaliknya. 

Jadi, apa saja yang termasuk ke dalam kelompok kata sesuai TBBBI tersebut? Berikut penjelasannya: 

1. Kata Benda (Nomina)

Jenis kelompok kata yang pertama adalah kata benda atau disebut juga dengan istilah nomina. Nomina adalah kata yang mengacu pada entitas (misalnya manusia) atau konsep (misalnya akal).

Seperti penjelasan sekilas sebelumnya, kata benda dalam suatu kalimat bisa berfungsi sebagai subjek maupun objek. Namun, pada beberapa momen kata benda juga bisa berfungsi sebagai pelengkap, keterangan, dan predikat. 

Kata benda kemudian terbagi lagi menjadi beberapa jenis, dimana secara umum terbagi menjadi dua kategori, yaitu: 

Salah satu kunci untuk menghasilkan karya tulis yang baik dan mudah dipahami pembaca adalah menggunakan pilihan kelas kata atau golongan kata yang tepat. Selain kunci ini, masih banyak lagi kunci lainnya. Misalnya tepat dalam menentukan kosakata yang akan digunakan. 

Dalam bahasa Indonesia sendiri, golongan kata memiliki fungsi yang sangat krusial dalam membentuk kalimat yang efektif. Jenis dari kata satu ini sangat beragam, dimana total keseluruhan ada 11 jenis kata. 

Masing-masing diketahui memiliki fungsi yang berbeda, sehingga pemilihan golongan kata yang tepat akan memperlihatkan konteks kalimat dengan lebih jelas. Bagi Anda yang terjun di dunia kepenulisan, mengenal kelas kata menjadi sangat penting. 

Mengenal Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia

Kelas kata memiliki definisi sebagai kategori kata berdasarkan bentuk, fungsi, atau maknanya. Dengan kata lain, kelas kata merupakan golongan kata dalam satuan bahasa berdasarkan kategori bentuk, fungsi, dan makna dalam sistem tata bahasa.

Golongan kata menjadi sangat penting dalam menyusun suatu kalimat, baik secara lisan maupun tulisan. Jenisnya cukup beragam, dimana total keseluruhan terbagi menjadi dua kategori utama, yakni enam kelas kata penuh dan lima jenis kata tugas. 

Setiap golongan atau kelompok kata disini memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Beberapa diantaranya bisa ditemukan di semua jenis kalimat, beberapa lagi yang lainnya hanya ditemukan pada kalimat tertentu. 

Sebagai contoh adalah kelompok kata benda yang menunjukan suatu benda, orang, makhluk hidup, dll. Dalam suatu kalimat, kata benda berperan sebagai subjek maupun objek kalimat. Praktis, kelompok kata ini akan ditemui di semua kalimat. 

Sebab struktur dasar dari kalimat adalah S-P-O-K, dimana minimal kalimat terdiri dari Subjek, Predikat, dan Objek. 

Mengenal 11 Jenis Kelas Kata dalam Bahasa indonesia

1. Kata Benda (Nomina)

Jenis kelompok kata yang pertama adalah kata benda atau disebut juga dengan istilah nomina. Nomina adalah kata yang mengacu pada entitas (misalnya manusia) atau konsep (misalnya akal).

Seperti penjelasan sekilas sebelumnya, kata benda dalam suatu kalimat bisa berfungsi sebagai subjek maupun objek. Namun, pada beberapa momen kata benda juga bisa berfungsi sebagai pelengkap, keterangan, dan predikat. 

Kata benda kemudian terbagi lagi menjadi beberapa jenis, dimana secara umum terbagi menjadi dua

Berdasarkan Acuan

Berdasarkan acuannya, kata benda terbagi menjadi tiga kelompok yang satu sama lain memiliki lawan kata benda. Agar tidak bingung, berikut penjelasan dan contoh kata benda dari kategori ini: 

  1. Nomina konkret (contoh: meja, kursi, mawar, kucing) dengan nomina abstrak (contoh: masalah, kesalahan, kejujuran, kebenaran).
  2. Nomina umum atau nama jenis (pasar, hewan) dengan nomina nama diri (menyebut nama spesifik, contoh: Amir, Ita, kelinci).
  3. Nomina terbilang (contoh: guru, pensil) dengan nomina tak terbilang (contoh: air, rasa hormat, rasa cinta)

2. Berdasarkan Bentuk

Kata benda berdasarkan bentuk terbagi menjadi dua, yaitu: 

  1. Nomina dasar

Nomina dasar adalah kata-kata yang yang secara konkret menunjukkan identitas suatu benda, sehingga kata ini sudah tidak bisa lagi diuraikan ke bentuk lainnya. Contohnya meja, kursi. 

  1. Nomina turunan

Nomina turunan adalah nomina yang mengalami proses morfologis, misalnya sudah mendapat imbuhan. Contohnya seperti kata memasak, anaknya, kewajiban. 

2. Kata Kerja (Verba)

Jenis kelas kata kedua adalah kata kerja atau verba yang merupakan adalah kata yang mengandung makna perbuatan, proses, dan keadaan. Secara umum, kata kerja berfungsi sebagai predikat dalam struktur kalimat. 

Berdasarkan bentuknya, kata kerja terbagi menjadi dua. Yakni kata kerja dasar dan kata kerja turunan. Kata kerja dasar adalah verba yang berupa kata dasar sehingga tidak mendapat imbuhan. Contohnya kata makan, minum, lari, dll. 

Sementara kata kerja turunan adalah kata kerja yang sudah mengalami perubahan bentuk, misalnya sudah mendapat imbuhan. Contohnya adalah kata memakan, berlari, meminum, diminum

3. Kata Sifat (Adjektiva)

Jenis kelas kata ketiga adalah kata sifat. Kata sifat (adjektiva) adalah kata yang menerangkan nomina atau menjadi atribut nomina. Kata sifat dalam kalimat bisa berfungsi sebagai atributif maupun predikatif. 

Jika dilihat dari segi makna, kata sifat terbagi menjadi dua jenis, yaitu kata kerja bertaraf (penunjuk kualitas, misalnya kata ringan) dan kata kerja tak bertaraf (penunjuk keanggotaan dalam golongan, misalnya kata buntu).

Sedangkan jika dilihat dari bentuk, kata sifat terbagi menjadi dua yaitu kata sifat dasar dan kata sifat turunan. Contohnya pada kata “megah” yang menunjukan kata sifat dasar, ketika ada imbuhan menjadi “termegah” maka menjadi kata sifat turunan. 

4. Kata Keterangan (Adverbia)

Jenis kelas kata yang keempat adalah kata keterangan atau adverbia. Kata keterangan adalah kata yang menerangkan kata kerja, kata sifat, dan bisa juga pada kata keterangan lainnya. 

Misalnya ketika menerangkan kata sifat “marah” maka menjadi “sedang marah”. Meskipun begitu kata keterangan bukan dalam bentuk imbuhan. Melainkan ada tambahan kata yang memberi penjelasan pada kata di depannya. 

Jika dilihat dari segi makna, kata keterangan terbagi menjadi delapan jenis, yaitu kata keterangan kualitatif, kuantitatif, limitatif, frekuentatif, kewaktuan, kecaraan atau cara, kontrastif, dan keniscayaan. 

Sementara jika dilihat dari bentukya, kata keterangan terbagi menjadi dua. Yakni kata keterangan tunggal dan kata keterangan gabungan. Kata keterangan tunggal contohnya kata: akan, sebaiknya, dll. Sementara contoh kata keterangan gabungan seperti: hampir saja, bukan….saja. 

5. Kata Ganti (Pronomina)

Jenis kelas kata kelima adalah kata ganti atau pronomina, yaitu kata yang berfungsi sebagai pengganti nomina. Dalam kalimat fungsinya adalah sama seperti kata benda atau nomina, yang bisa menjadi subjek, objek, maupun pelengkap.  

Kata ganti kemudian terbagi menjadi tiga jenis. Yaitu kata ganti persona (contohnya: saya, aku, dll), kata ganti tanya (contoh: apa, siapa, bagaimana), kata ganti penunjuk (contoh: ini, disini, begini)

6. Kata Bilangan (Numeralia)

Selanjutnya adalah kata bilangan atau numeralia, yaitu kata yang digunakan untuk menghitung banyaknya nomina, misalnya lima dan beberapa. Kata bilangan kemudian terbagi menjadi dua jenis. 

Pertama, kata bilangan pokok yang menjawab pertanyaan, contohnya pada kata “berapa”. Kedua, kata bilangan tingkat yang menjawab pertanyaan, contohnya kata “keberapa”. 

7. Kata Depan (Preposisi)

Kelas kata selanjutnya adalah kata depan atau disebut juga sebagai preposisi. Yaitu kata yang menandai hubungan makna dengan kata yang mengikutinya. Misalnya kata “ke” pada kata “ke rumah” yang menunjukan tempat tujuan. 

Posisi dari kata depan sesuai dengan namanya, yakni berada di depan kata lain yang umumnya pada kata nomina, adjektiva, atau adverbia. Kata dengan tambahan preposisi akan membentuk frasa sehingga sudah memiliki makna. 

8. Kata Hubung (Konjungsi)

Selanjutnya adalah kata hubung atau konjungsi, yaitu kata yang menghubungkan dua atau lebih satuan bahasa (kata, frasa, klausa, atau kalimat). Konjungsi kemudian terbagi menjadi dua jenis, yakni konjungsi tunggal dan konjungsi gabungan. 

Konjungsi tunggal memiliki bentuk satu kata saja, misalnya pada kata “untuk”. Sementara konjungsi gabungan adalah konjungsi yang terdiri dari dua kata. Misalnya pada kata “oleh karena”. 

9. Kata Seru (Interjeksi)

Kelas kata kesembilan adalah kata seru atau interjeksi, yaitu kata yang mengungkapkan seruan perasaan. Sehingga menjadi kelompok kata yang membantu menunjukan perasaan yang dirasakan. Seperti aduh, astaga, amboi. 

10. Kata Sandang (Artikula)

Selanjutnya adalah kata sandang atau artikula, yaitu kata yang membatasi makna nomina. Kata sandang secara umum penempatan atau posisinya ada di depan kata lain, biasanya berupa kata benda. Contohnya seperti: sri, para, kaum. 

Kata sandang memiliki jenis tunggal, karena bentuknya semua tunggal tanpa imbuhan dan tanpa dampingan kata lainnya. Ketika ingin menjelaskan gelar misalnya, maka kata sandang adalah pilihan terbaik. 

11. Partikel Penegas

Kelas kata yang terakhir adalah partikel penegas, yaitu kata yang berfungsi untuk menegakkan kata yang mendahuluinya. Dalam TBBBI terdapat 4 partikel penegas, yakni pun, -kah, -lah, dan -tah. 


0 komentar:

Posting Komentar


Top